Jika bicarakan masalah film, salah satunya jenis paling digemari banyak orang serta tenar di industri perfilman Indonesia ialah horor. Sejak mulai masa Suzana, Pengabdi Setan versus old, Rumah Dara, film-film horor yang seperti ayam di restoran cepat saji (Baca: Paha-Dada), sampai film horor Pengabdi Setan versus Joko Anwar, selalu ramai dibanjiri pemirsa. Maklum, di negara kita terkasih ini, perihal bau mistis serta horor masih diyakini. Lantaran itu film-film horor yang berminat.
Serta ngomong-ngomong masalah film horor nih, kamu nyadar tidak sich jika beberapa hantu di Indonesia dideskripsikan dengan kakinya tidak sudah pernah napak tanah? Seperti melayang-layang saja gitu… Belumlah juga saat lalu ada perkara “dosen gaib” dalam sebuah kampus yang viral sebab kakinya tidak napak tanah kala mengajar di kelas. Hii… Buat merinding! Ingin tahu tidak mengapa kok hantu-hantu itu kakinya tidak sudah pernah napak tanah? Nih, Hipwee telah ngerangkum beberapa teori yang mungkin dapat menjawabnya!
1. Ada teori yang mengatakan jika hantu serta bumi itu bermuatan negatif. Ya jika negatif berjumpa negatif benar-benar tidak dapat nyatu sih…
Teori yang satu ini dilandasi oleh hukum fisika. Apabila manusia ialah materi serta materi ialah sisi dari daya, arti arwah, ruh, atau hantu ialah sisi daya negatifnya. Soal ini dilandasi oleh keyakinan yang menyampaikan hantu itu itu daya negatif. Sedang bumi sendiri ialah raksasa elektron yang dapat menetralisir petir. Nah berdasarkan pengetahuan fisika, jika negatif berjumpa negatif tidak akan dapat menyatu!
2. Teori lainnya katakan jika kaki hantu napak tanah sebab alamnya telah beda. Biarpun kita dapat lihat, tetapi fakta untuk si hantu tidak serupa!
Hantu itu makhluk gak kasat mata yang dimensi ruangannya sudah tidak serupa dengan kita. Ada yang mengatakan hantu itu makhluk 4 dimensi, juga ada yang yakin teori sederhana hantu itu alamnya tidak serupa dari manusia. Kemungkinan misalnya pijakan untuk kita yang hidup di alam manusia ini ialah tanah, sedang untuk hantu kemungkinan pijakannya tidak serupa . Kan alamnya telah beda. Apa yang kita lihat belum semestinya sama seperti yang dapat disaksikan oleh si hantu!
3. Yang mengatakan jika hantu tak ingin napakin kakinya ke tanah sebab tak ingin disamain dengan juga manusia ada lho…
“Ya ngapain napakin kaki ke tanah jika kamu dapat terbang!”
Mungkin terdengar konyol, tetapi kemungkinan itu benar lho. Hantu serta manusia kan ada di dunia yang tidak serupa. Jika mau menakut-nakuti manusia, mesti ada resiko yang mengakibatkan stigma hantu itu lebih superior dari manusia. Salah satunya langkahnya yaitu dengan melayang-layang di udara! Kan jika melayang-layang begitu ingin gerak buat nakut-nakutin tambah lebih cepet serta lebih dinamis. Jadi secepat apa-pun kamu lari, akan terkejar… Hehe
4. Kemungkinan ini cuma akal-akalan si hantu untuk menutupi kekurangannya! Hmm…
Dibalik superioritas hantu yang dapat melayang-layang serta seperti sangatlah menyeramkan itu, kemungkinan memang mereka semata-mata hanya mau menutupi kekurangannya. Coba deh kita renungkan, jika hantu-hantu itu kakinya napak tanah, jadinya tidak seram . Kan jadi menyerupai manusia biasa. Ditambah lagi jika nyatanya kaki hantu ini pecah-pecah. Atau kapalan. Atau barangkali cantengan? Iyuuh… Jadi tidak menawan kan?
5. Atau barangkali memang hantu itu kakinya napak, sekedar kita saja yang keburu takut sebelum sungguh-sungguh menegaskan!
Teori yang satu ini kemungkinan benar lho. Si hantu ini kemungkinan kakinya napak tanah, namun sebab kita yang telah terlanjur ketakutan duluan, jadi keburu tidak sadarkan diri atau lari duluan sebelum memastikannya. Bisa pula sebab karena sangat takutnya, hantu itu jadi terlihat melayang-layang walau memang kakinya napak tanah! Ya namanya orang cemas, tentu telah mikir yang enggak-enggak deh. Ya ‘kan?
